Harap Tenang Ada Ujian

“Harap Tenang Ada Ujian”

Ujiannya sudah selesai dari kemarin. Tapi belum semuanya selesai ujian. Masih banyak sekolah yang belum bisa melaksanakan ujian.  Sudah ditunda, masih ditunda lagi. Ternyata bukan cuma bbm yang bisa pending, ujian nasional juga bisa pending. Ujian nasional tingkat sma tahun ini memang bisa dibilang gagal.

Keterlambatan pencetakkan soal menjadi alasan diundurnya ujian di beberapa provinsi. Kenapa ini bisa terjadi? Padahal ujian nasional merupakan agenda tahunan. Harusnya semua sudah bisa dijadwalkan dengan baik. Sehingga tidak terjadi keterlambatan. Kalau pun sampai terhadi keterlambatan percetakan harusnya tidak sampai mengganggu jadwal pelaksanaannya.

Dari beberapa berita yang saya dengar dan baca, jumlah paket soal tahun ini terlalu banyak. Pada tahun 2008 saya ujian. Paket soalnya masih 2 jenis. 2 jenis dan enam mata pelajaran. Kemudian naik menjadi 5 jenis paket soal. Dan untuk tahun ini 20 paket soal yang berbeda. Kalau paket soal 20, satu ruang ujian isinya 20 anak, berarti setiap anak mempunyai soal yang berbeda. Ini menjadi alasan bagi pihak percetakan dalam mencetak naskah soal.

Selain keterlambatan pencetakan, soal terjadi juga keterlambatan distribusi soal. Sempat terjadi kelangkaan bahan bakar solar menjadi salah satu penyebabnya. Kenapa pencetakan soal harus dilakukan pada pusat saja? Kenapa harus dilaksanakan hanya pada satu tempat saja? Bukankah pencetakan soal bisa dilakukan di masing – masing daerah. Dengan mencetak di masing – masing daerah bisa dilakukan penghematan pada biaya distribusi naskahnya.

Ini pasti terjadi setiap tahun. Kunci jawaban lebih cepat beredar dari pada naskah soalnya. Bahkan dari jauh – jauh hari ujian. Banyak tawaran kunci – kunci jawaban yang diperjual belikan. Aneh memang, naskah soalnya saja belum tahu tetapi sudah tahu jawabannya. Lalu keluhan lain yang terjadi tentang lembar jawaban komputer. Lembar jawaban yang dinilai terlalu tipis dan gampang robek. Siswa khawatir ini akan mempengaruhi hasil ujian nasional nantinya.

Siswa sudah menjadi korban. Mundurnya jadwal ujian bukanlah keuntungan bagi siswa, justru kerugian. Mereka semakin resah, gelisah, gundah, gulana. Kalau sudah seperti ini siapa yang akan bertanggung jawab?

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s