Memperbaiki Masa Lalu

Hari minggu seperti biasa, waktunya kartun. Walaupun sudah sebesar ini jujur saja saya masih suka nonton kartun. Kartun yang masih ada dari Zaman saya kecil sampai sekarang salah satunya adalah Doraemon. Kartun tentang Robot kucing tanpa kuping yang datang dari masa depan untuk membantu Nobita. Dari sekian juta anak kenapa yang jadi pilihan Doraemon adalah Nobita? Padahal Nobita pada akhirnya juga selalu menyusahkan Doraemon.

Nobita selalu minta bantuan alat Doraemon kalau sedang kesusahan. Terutama kalau sedang dijahili  kedua temannya si Suneo dan Giant. Memang pada awalnya alat-alat yang  dikeluarkan Doraemon sangat membantu Nobita. Indah pada awalnya tidak selalu berakhir dengan indah pula, lebih sering berakhir dengan petaka. Salah satu alat canggih Doraemon yang dibawa dari masa depan adalah mesin waktu, yang ada pada laci meja belajar Nobita. Dengan alat ini mereka bisa pergi ke masa depan maupun masa lalu.

Apabila ada kesempatan untuk kembali ke masa lalu, apa yang akan kamu perbaiki dari masa lalu kamu?

Apakah ada yang pernah mendengar atau pun melihat pertanyaan tersebut. Saya pernah melihat pertanyaan semacam ini. Pada awalnya memang sepertinya menyenangkan kalau bisa kembali ke masa.  Memperbaiki segala sesuatu yang ada di masa lalu dengan harapan kita bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik di masa sekarang. Saya berpikir untuk melakukan hal – hal yang tidak saya lakukan dulu yang mungkin membuat saya menyesal sekarang.

Tetapi, saya jadi berpikir ulang kalau saya berpikir seperti itu sekarang ini, berharap mempunyai mesin waktu dan ingin kembali ke masa lalu, berarti saya tidak bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan Tuhan pada saya sampai saat ini. Tuhan selalu tahu apa yang terbaik untuk semua umatnya, termasuk untuk saya.  Tidak memberikan apa yang diinginkan kita bukan berarti Tuhan tidak mendengar atau tidak mengetahui apa keinginan kita. Bukan berarti Tuhan tidak menyayangi kita. Tuhan tidak mengabulkan karena tahu mungkin saat ini kita belum pantas untuk mendapatkan atau memang itu bukan hal yang terbaik untuk kita. Dia tahu semua yang terbaik untuk Kita.

Jadi apabila sekarang saya mendapatkan pertanyaan seperti di atas, saya akan menjawab dengan yakin

Tidak ada. Tidak ada masa lalu yang perlu saya perbaiki.

Saya tidak perlu kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kehidupan saya sekarang. Saya tidak perlu menyesali semua yang ada di masa lalu. Cukup jadikan itu semua sebagai pembelajaran untuk masa depan. Saya yakin saya yang sekarang adalah yang terbaik. Saya yakin apa yang Tuhan berikan pada saya di masa lalu sampai sekarang adalah apa yang saya butuhkan walaupun belum tentu yang saya inginkan, dan saya akan selalu bersyukur terhadap semua nikmat yang telah saya dapatkan sampai saat ini.

Dan akhirnya untuk hidup lebih nyaman sebenarnya Nobita tidak membutuhkan alat dari Doraemon, dia hanya perlu mensyukuri apa yang sudah dimiliki, dan seringnya dia lupa akan hal itu. Tentu saja kalau Nobita selalu bersyukur dan tidak memakai alat dari Doraemon, filmnya tidak akan ada sampai sekarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s