Kreatifitas Tak Terbatas

Beberapa hari yang lalu baru saja saya selesaikan baca buku “sila ke 6 kreatif sampai mati“. Buku baru karangan mas waditya atau biasa dikenal juga mas gembol. Founder dari Kementrian Desain Republik Indonesia (belum/tidak disahkan). Bukunya berisi tentang berbagai cara mengeluarkan ide ide kreatif yang sebenarnya sudah ada dalam diri kita. Penggunaan bahasa yang ringan dan tampilan buku yang benar – benar kreatif membuat buku ini mudah dipahami. Dalam buku tersebut kurang lebih ada kutipan “Kreatif itu tidak bisa dibunuh”, maaf kalau kurang tepat soalnya lupa – lupa ingat, maklum buku pinjaman, dan belum sempat beli.

Berbicara tentang kreatifitas saya jadi ingat semasa kuliah dulu saya pernah coba – coba ikut acara lomba beton. Acara untuk anak – anak sipil yang biasa diselenggarakan tiap tahun. Biasa diikuti oleh berbagai macam universitas, baik negeri maupun swasta. Mengapa di sini saya jadi ingat lomba beton ketika berhubungan dengan kreatifitas? Jadi pada saat lomba, tema lomba tiap tahun berbeda, mungkin tahun ini beton ramah lingkungan, tapi belum tentu tahun depan akan sama. Nah dari tema ini kami dituntut untuk berkreasi dengan material yang akan digunakan sehingga bisa memenuhi kriteria lomba yang diinginkan. Kreatifitas kami disini dilatih untuk mencoba berbagai macam bahan yang belum kita tahu sebelumnya untuk membuat beton. Selain berbagai material baru yang digunakan, komposisinya juga kami coba – coba.

Sebelum beton dibuat perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu pada material yang digunakan. Penelitian ini biasanya dilakukan pada lab bahan bangunan. Tapi, untuk masalah lab bahan bangunan waktu itu kami mempunyai sedikit masalah. Peralatan yang ada tidak mendukung untuk kami melakukan penelitian. Mulai dari alat penghitung kuat tekan beton yang hanya mampu untuk mengetes beton normal, jumlah molen yang kurang, dan beberapa alat yang sudah lama tidak dikalibrasi.

Apakah kami menyerah?

Tidak. tentu saja kami tidak menyerah hanya karena masalah seperti itu. Dari situ kami mencoba mencari solusi, salah satunya adalah dengan mengajukan kerjas sama dengan perusahaan ready mix yang ada. Dari beberapa proposal yang diajukan, salah satu proposal kami diterima. Kami diijinkan untuk melakukan penelitian bahkan kami diberi material secara cuma – cuma dari perusahaan tersebut. Kami bebas menggunakan peralatan yang ada dengan catatan tidak menganggu kerja mereka. Selain itu, mereka juga menyediakan material yang kami minta yang belum ada disana, dan sengaja didatangkan untuk kami.

Walaupun akhirnya kami belum beruntung dalam lomba, tapi dari sini saya bisa mengambil pelajaran yang sangat penting. Bukan hanya pelajaran tentang beton, lomba ataupun mata kuliah. Dari sini saya bisa belajar bahwa

“Kreatifitas itu Tak Terbatas”

Dengan kondisi lab yang bisa dikatakan kurang, material yang tidak memadahi, ternyata kami bisa mengikuti lomba tersebut. Dengan keterbatasan yang kami miliki, sama sekali tidak menghambat kami. Tidak menghalangi usaha kami. Tidak bisa membatasi kreatifitas kami.

“Jangan biarkan keterbatasan yang ada pada kita menghalangi kreatifitas kita”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s