Konsisten

Saya tahu yang namanya memelihara itu tidak mudah. Tapi sebenarnya tidak sulit juga. Termasuk juga yang namanya pelihara blog. Saya sudah bilang kalau blog saya yang lama jadi mati karena lama tidak saya pelihara. Itu karena saya tidak serius memeliharanya waktu itu. Tidak konsisten untuk kasih makan blog saya[baca:posting].

Seperti kita memelihara hewan. Kalau tidak kita pelihara. Tidak dijaga dengan baik. Tidak dikasih makan teratur juga pasti bakalan mati. Tidak mungkin kan peliharaan kita itu cari makan sendiri? sedangkan dia kan hidup di kandang. Di dalam kandang tidak ada makanan kalau bukan kita yang kasih makan.

Saya pernah mempunyai beberapa hewan peliharaan dulu. Iya beberapa, karena lebih dari satu. Sewaktu masih SD saya pernah memelihara burung dara. Kenapa saya memilih burung dara? karena banyak yang pelihara waktu saya SD. Saya membeli sepasang. Biasanya burung dara yang ada di daerah saya tiap sore di mainin. Burung dara yang jantan diterbangin dari tempat lain, nanti burung yang betina dipegang buat mancing yang jantan[cowok sejati pasti tahu cara mainya]. Permainan ini sering dibikin lomba. Tapi punya saya tidak pernah saya mainkan. Cuma saya terbangin sekitar rumah saja. Kasih makan teratur, karena masih seneng kan. Cukup lama saya pelihara ternyata bertelur. Dan hasilnya yang menetas lumayan. Jadi punya banyak burung dara. Tapi setelah anaknya pada besar malah bikin repot. Soalnya beraknya dimana mana. Jadi lah saya putuskan untuk menjualnya beberapa. Laku satu pasang, tapi selang beberapa hari burung dara yang belum saya jual malah pada terbang sendiri – sendiri. Pergi dan tak kembali. Habis burung dara saya.

Liat di tipi, ada tokoh kartun yang selalu bawa tupai dipundaknya saya jadi pengen. Saya lupa apa judul filmnya. Saya merengek minta dibelikan. Dapat sepasang tupai. Masih kecil masih jinak. Masih bayi soalnya. Saya tidak tahu ayah saya dapat dari mana. Dibikin kandang yang bisa muter. Benar – benar kandangnya yang muter, bukan cuma yang seperti mainan hamster. Jadi bentuk kandanganya tabung.  Biasa dapat mainan baru masih rajin pelihara. Kasih makan teratur. Giliran udah agak bosen udah malas kasih makan. Nunggu dimarahin dulu baru saya kasih makan. Karena lama tidak saya ajak main setelah besar tupainya jadi galak. Sering gigit kalau mau saya kasih makan. Akhirnya saya makin malas kasih makan. Setelah saya cuekin akhirnya kabur sendiri, pintu kandanganya kebuka. Saya tidak tahu siapa yang terakhir kasih makan tapi lupa tutup pintunya. Selesai episode saya memelihara tupai.

Liburan sekolah tiba. Saya sekeluarga main ke tempat om saya di Jakarta. Om saya ternyata lagi suka pelihara burung parkit. Saya lupa waktu itu saya SD atau SMP. Setelah pulang liburan saya jadi minta dibelikan burung parkit. Beli burung parkit satu pasang beserta kandang-kandangnya. Burungnya berwarna kuning. Biasa peliharaan baru masih rajin kasih makan. Tapi yang ini saya lebih suka karena tidak galak seperti tupai saya. Jadi saya agak lama suka sama si parkit ini. Serajin – rajinnya saya tetap saja akhirnya mencapai batas jenuh. Berakhir meninggalah burung parkit saya karena tidak teratur kasih makan.

Nah pelihara blog juga sama. Kalau tidak saya pelihara. Tidak saya posting dengan teratur juga bakalan mati. Makanya untuk blog yang ini saya berjanji pada diri sendiri untuk sesering mungkin kasih makan[baca:posting]. Saya akan berusaha untuk konsisten memelihara blog ini supaya tidak mati.

3 thoughts on “Konsisten”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s