Pengalaman Naik Busway

Ini cerita saya tentang pengalaman saya naik busway atau trans jakarta. Saya naik untuk yang pertama kali sudah lama. Sebelum saya tinggal di jakarta. Waktu itu lagi liburan. Ada janji sama teman. Ada kendaraan, tapi karena saya tidak tahu jalanan jadi saya putuskan untuk naik angkutan saja. Dan saya memilih busway.

Pertama kali naik busway, dengan sotoynya saya berdiri dibagian depan. Iya harus berdiri karena sudah penuh. Tidak dapat jatah tempat duduk. Tapi saya lihat di bagian depan kok masih banyak yang kosong. Sementara yang berdiri di belakang banyak. Akhirnya saya memutuskan untuk berdiri di bagian depan. Belum lama naik, tas saya ada yang narik dari belakang.

“mas mundur mas, itu untuk wanita” katanya sambil nunjuk tulisan yang ada di bagian atas.

ruang khusus wanita” kalau tidak salah begitu tulisannya.

Ternyata bagian itu khusus untuk penumpang wanita. Malu. Iya malu pasti. Tapi mau bagaimana lagi. Akhirnya saya mundur kebagian  belakang. Untuk penumpang pria.

Belum selesai sampai disitu. Masih ada yang lain. Ini masih pengalaman pertama saya juga. Waktu sudah sampai harmoni saya bertanya kepada petugas tentang tujuan saya. Disini saya mendapat jawaban berbeda. Jawaban petugas pertama dan kedua yang saya tanya berbeda.

Saya mengikuti petugas kedua yang saya tanya di halte harmoni. Naik bis, tidak terlalu ramai waktu itu. Saya bertanya lagi pada petugas yang ada di bis. Dan jawabannya….

“salah mas, harusnya naik yang jurusan itu”

Iya saya salah naik bis. Akhirnya petugas tersebut menyarankan saya untuk turun di halte berikutnya dan kembali ke halte harmoni.  Saya kembali lagi ke harmoni. Baru dari harmoni saya naik bis yang benar. Saya tidak bertanya lagi kepada petugas yang jaga.

Saya berpikir ini kenapa petugasnya bisa salah. Kalau memang baru dan tidak tahu mending jawab tidak tahu, dari pada sok tahu, nyusahin orang akhirnya kan.

4 thoughts on “Pengalaman Naik Busway”

  1. Kebetulan nyasar mau komen, kalau setuju ruang khusus wanita, tp harus konsisten, perempuan jg jangan ke belakang, kalaupun ruang khusus wanita penuh ya harusnya di tengah aja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s