Ah Typo Lagi

Sekarang ini yang namanya telepon genggam sudah bukan barang mahal lagi. Bisa dibilang bukan barang mewah. Dari orang tua sampai anak – anak sekarang sudah punya hape sendiri – sendiri. Merek, tipe, model sudah beragam. Tinggal pilih sesuai selera. Berbeda sekali dengan dulu sewaktu saya kecil. Hanya orang – orang tertentu saja yang punya hape. Satu rumah mungkin punya satu. Kalau mau menghubungi rumah ya lewat telepon umum atau wartel.Kalaui sekarang yang namanya wartel sudah ngga ada. Kalau telepon umum masih banyak saya lihat di jalan, tapi sudah tidak berfungsi sepertinya.

Sudah begitu ukuran hape yang ada dulu hampir sama dengan batu bata merah. Gede pakai banget. Belum lagi dusnya. Makin gede dusnya makin kelihatan keren. Waktu itu. Beda dulu beda sekarang. Sekarang hape memang kembali makin besar tapi tipis. Dusnya pun tidak segede dulu. Sekarang ukurannya dipres sama dengan hapenya.

Pernah sewaktu hape sudah mulai memasyarakat, satu orang bisa punya satu hape. Tapi hapenya satu nomornya banyak. Dulu itu suka sebal kalau mau sms orang yang punya no banyak tapi hape cuma satu. Mau sms ke no yang ini takut ngga aktif. Mau sms ke no yang lain ntar ngga kebaca. Akhirnya semua no di smsin. Padahal dulu kan tarif sms masih lumayan itu. Kalau sekarang satu orang bisa punya banyak no dan banyak hape pula. Tapi lagi – lagi kalau mau sms atau telfon harus dicoba semua no.nya. Salah – salah ngga semua hape dibawa.

Sekarang teknologi telepon genggam juga semakin berkembang. Mulai dari yang dulunya cuma bisa dipake telepon dan mengirim pesan singkat, sekarang sudah bisa mengirim email. Mengirim foto. Bisa menjadi map. Dan masih banyak lagi yang lain. Dari dulu yang awalnya keypad klasik, sudah mulai berkembang ke keypad qwerty, dan sekarang sedang marak dengan teknologi layar sentuh atau bahasa kerennya touchscreen.

Pernah lihat orang naik motor atau mobil sambil smsan? pasti sering. Kalau saya sendiri jarang . Soalnya saya paling malas taruh hape dikantong celana. Seringnya saya taruh di tas, jadi ngga mungkin mainan hape di jalan. Mereka pada jago ngetik pesan tanpa melihat ke hape. Seolah – olah jempol juga mata. Mungkin karena sudah tahu posisi huruf yang ada. Jadi tidak perlu melihat isi teksnya. Tapi gara – gara tidak melihat ini jadi sering salah ketik. Karena layar sentuh ini membuat semua huruf terasa sama. Tidak seperti keypad dulu. Bisa dirasain ini itu huruf apa saja.

Typo. Kalau orang – orang sekarang bilang. Antara pikiran mau nulis apa tapi jari nunjuknya huruf apa. Tidak sinkron jadinya ya typo atau salah ketik. Typo ini bisa terjadi karena dua alasan. Bisa jadi karena jempolnya yang kegedean atau layarnya yang kekecilan. Atau sudah jempol gede layarnya kecil. Jadi tiap mau mencet satu huruf malah dua tiga huruf terlampaui.

Misalnya ada orang yang sms saya gini “km udah nkn?” Lah kan orang yang baca juga bingung “nkn” apaan. Karena “N” dan “M” sebelahan, mau nulis M yang kepencet malah N. Mentok paling saya balas “maksutnya?”

Memang ini bukan masalah besar. Cuma bikin bingung orang yang baca.

Jadi yang pada pakai layar sentuh sebelum pesannya dikirim dibaca dulu deh. Dari pada bikin bingung yang baca.

2 thoughts on “Ah Typo Lagi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s