Jarak

Hatiku takkan pernah beranjak karena jarak. Meski jarak sering membuat diriku mencak mencak. Aku tak pernah jarak. Siapa juga yang membencinya. Mungkin memang ada. Tapi bukan aku. Hanya saja saat rindu ini mendadak memuncak. Bahkan mungkin sudah beranak pinak. Aku tak tau harus kemana bagaimana untuk mengungkapkannya. Jarak menciptakan ruang. Ruang yang tak pernah terbayang. Tak pernah terbayang oleh kita. Ruang itu memang tak terlihat. Tapi, ruang itu sering membuatku tercekat saat dirimu kuingat. Seperti tercekik erat. Sekarang kita berada di ruang berbeda. Sudah tak lagi sama. Mungkin memang kita masih bisa bicara. Masih saling bertegur sapa. Jarak jarak jarak. Semoga hatiku takkan pernah beranjak hanya karena jarak.

4 thoughts on “Jarak”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s