Nanti sama dengan Tidak

Saat ini saya bingung mau menulis apa. Sudah beberapa hari postingan agak telat melulu. Padahal target saya bisa posting satu hari satu kali. Tapi akhir – akhir jadi agak susah mendapatkan ide buat postingan.

Mungkin sebenarnya bukan idenya yang tidak ada. Tapi karena lebih ke malasnya kali. Keseringan kalau dapat ide tidak langsung ditulis, jadi giliran mau ditulis malah megnuap. Kalaupun jadi ditulis pasti jadinya garing. Susah buat dikembangkan.

Padahal saya sudah selalu bawa catatan kalau pergi. Entah itu catatan kecil, buku ataupun laptop. Iya laptop selalu nempel di punggung kemanapun saya pergi. Walaupun terkadang tidak dipakai saat keluar, tapi rasanya aneh saja kalau pergi tidak membawanya.

Saya jadi ingat guru smp saya. Guru matematika. Orangnya benar – benar disiplin. Kalau biasanya ganti jam pelajaran, 10 atau 15 menit guru baru masuk kelas. Berbeda dengan guru saya yang satu ini. Beliau selalu masuk kelas tepat waktu. Ketika bel ganti pelajaran berbunyi, ngga lama sudah duduk di meja guru *bukan meja, tapi bangku*. Malah muridnya yang keluar keluar sengaja, entah itu ke kamar mandi atau ke kantin sebentar. Itu pun kalau sempat keluar, seringnya si tidak sempat keluar.

Gurunya tidak galak. Cuma kadang – kadang saja kalau memang ada siswa yang aagak bandel. Kalau urusan mengajarnya, jujur saja saya agak sulit menerima pelajarannya. Bukan karena saya yang kurang pandai *ehem*, tapi memang semua anak – anak bilang begitu.

Kenapa saja ingat beliau? Karena perkataan beliau. Semakin kesini saya makin membuktikan kalau perkataan beliau itu benar. Beliau pernah berkata

“NANTI = TIDAK”

Kalau tidak salah beliau tulis di papan tulis kalimat itu. Katanya kalau ada pe er harus langsung dikerjakan secepatnya. Tidak perlu harus nunggu nanti – nanti. Barangkali nanti jadi lupa. Atau ada kegiatan yang lain. Dan barang kali pula nanti sudah tidak diberi umur. *untuk yang terakhir bukan beliau yang ngomong*

Lagi pula apa susahnya mengerjakan pekerjaan yang bisa dilakukan sekarang? Kenapa harus nunggu mepet deadline baru dikerjakan. Toh mengerjakan lebih cepat lebih baik. Barangkali ada kesalahan kan masih ada waktu untuk memperbaikinya. Jangan sampai terjadi yang namanya penyesalan datang terlambat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s