Gelas hati

Suatu waktu. Gelas dan hati berada di tempatnya. Tapi tidak untuk waktu yang lama. Tiba – tiba keduanya jatuh. Ada saat dimana keduanya melayang sebelum akhirnya sampai permukaan. Saat itulah mabuk kepayang.
Apa jadinya bila keduanya sudah sampai permukaan?
Patah. Pecah berkeping – keping.
Setelah melayang, hati dan gelas akan patah dan pecah berkeping keping saat sampai permukaan.
Dikembalikan?

Mungkinkah mengumpulkan pecahan gelas tadi dan menyatukannya kembali? Lalu hati apa juga bisa disatukan lagi?
Belum pernah ada gelas yang dapat disatukan lagi menjadi utuh sehabis pecah.
Kalau tidak mau gelas yang jatuh pecah, pakai saja gelas dari plastik. Walaupun jatuh juga tidak pecah. Yakin?
Lalu kalau tidak mau hati hancur mau pakai hati plastik juga? Apa lebih baik jangan pernah jatuhkan hatinya?
Harusnya saat sudah berani jatuh hati, berani pula buat patah hati. Nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s