Sebuah Tulisan yang divisualisasikan

“gue ngga pernah bercanda soal kopi”

Itu kutipan obrolan antara Jody dan Ben, di filosofi kopi.

Filosofi kopi adalah salah satu film yang belum lama ini gue tonton. Film ini diadaptasi dari cerpen dengan judul filosofi kopi juga karya Dewi lestari atau sekarang lebih dikenal Dee. Dee bukan Gee. Kalau Gee itu lagunya SNSD. SNSD itu bukan (Sok Nal Sok Deket) Itu loh, sebuah girlband dari korea yang personilnya ada 9 tapi sekarang udah keluar satu jadinya tinggal delapan. (duh kenapa gue jadi hafal banget). Tapi udah nanggung jadi sekalian aja gue kasih tahu kalau personil SNSD yang keluar namanya Jessica kakaknya Kristal.

Balik lagi ke filosofi kopi tadi, gue emang rada telat nontonnya karena satu dan lain hal(lebih tepatnya karena nyari temen nonton yang kebanyakan lagi pada ngga bisa). Dan satu lagi, tolong ngga usah nanya, gue nonton ama siapa.

Selain filosofi kopi, ada beberapa film yang diangkat dari tulisan. Baik itu novel ataupun cerpen.

  1. Cinta brontosaurus

Film ini, bagi yang belum pernah baca cerita dan ngga pernah denger wujudnya Raditya Dika karena mungkin berada di alam berbeda pasti bakalan ngira, kalau isi filmnya bercerita tentang sepasang brontosaurus di Jurasic Park yang saling mencinta. Tapi sayang, ditentang sama orang tua mereka, karena si jantan dianggap kurang jantan dan kurang laki. Padahal isi filmnya bukan itu. Percaya sama gue, eh percaya sama Tuhan aja kalau percaya gue berarti sirik, film cinta brontosaurus ngga ada hubungannya sama dinosaurus. Ini gue lampirin posternya biar pada tahu filmnya.

Cinta Brontosaurus_poster

Source

Film ini menceritakan hubungan sepasang kekasih yang mengira kalau cinta itu bisa kadaluarsa.

  1. Manusia setengah salmon

Manusia setengah salmon bukanlah film yang menceritakan kehidupan anak dari hasil perselingkuhan antara manusia dan ikan salmon. Lagi pula manusia mana yang mau selingkuh sama ikan salmon. Kalau bisa malah selingkuh sama ikan duyung. Maksutnya putri duyung.

Manusia_Setengah_Salmon_film

Source

Film ini juga diangkat dari buku keenam Raditya Dika yang menceritakan tentang perpindahan. Mulai pindah rumah, sampai pindah hati.

  1. 5cm

Isi Ceritanya tentang persahabatan. Impian dan tentu saja percintaan. Selain itu semua, di film ini di tunjukan betapa indah dan kayanya negeri gue. Indonesia Raya.

“Siapa yang berani nyela Indonesia, ribut ama gue” kata Ian setelah berhasil sampai puncak mahameru dengan selamat sentosa meski kekurangan beberapa sesuatu.

film-5-cm-5-sahabat-sutradara-rizal-mantovani

Source

  1. Filosofi kopi

Ben dan jody, sepasang sahabat yang berjuang mengelola kedai kopi. Filosofi Kopi itu nama kedai kopi yang mereka kelola. Akan tetapi mereka dililit hutang yang cukup banyak, sampai akhirnya mereka mendapat tantangan untuk membuat kopi terenak dan apabila berhasil mereka akan mendapatkan hadiah 1 M. Lalu apakah ben dan jody berhasil? Ya silahkan saja tonton filmnya langsung.

FilosofiKopi_zps94b7a15e

Source

Ngga ada yang salah dari sebuah tulisan yanng divisualisasikan. Hanya saja, ngga semua tulisan itu berhasil divisualisasikan. Ada beberapa diantaranya yang menurut gue kurang sukses saat diangkat ke layar lebar. Seperti perahu kertas, negeri 5 menara, bangun lagi dong lupus, kambing jantan dan mungkin masih ada beberapa lagi yang gue udah lupa. Gue ngga bilang filmnya jelek, hanya saja film yang dihasilkan kurang sesuai dengan ekspektasi gue.

Ada film yang alurnya sesuai dengan cerita aslinya. Ada juga yang alurnya agak sedikit melenceng atau berbeda sama sekali. Membuat alur baru dalam sebuah film yang diangkat dari cerita itu sah – sah saja. Membuat alur film sesuai cerita aslinya juga bukan jaminan filmnya akan sukses. Terkadang dengan alur yang berbeda, justru film yang dihasilkan lebih bagus, meskipun ngga jarang juga filmnya jadi kurang pas.

Memang saat membuat karya, kita ngga pernah bisa untuk menyenangkan ataupun memuaskan semua orang. Pro kontra pasti ada. Yang suka dan tidak suka. Yang bahagia ataupun yang kecewa. Pasti ada.

Termasuk juga saat membuat film yang berasal dari sebuah tulisan. Sang Sutradara dan timnya harus bekerja keras agar film yang dihasilkan tidak kalah dengan cerita aslinya.

Menonton film dan membaca Tulisan. Masing – masing punya keunikannya sendiri. Misalnya, membaca bisa membuat gue lebih leluasa dan bebas buat berimajenasi. Tentang karakter yang ada di cerita, tentang setting yang coba digambarkan oleh penulis. Menonton film gue ngga perlu menghabiskan banyak waktu untuk membayangkan ceritanya, dan lebih cepat menangkap pesan yang ingin disampaikan.

Bagi gue, film dan tulisan adalah karya yang berbeda. Tidak bisa dibandingkan satu dengan yang lainnya. Masing – masing punya kelebihan dan keunikannya sendiri. Nikmati saja.

Jadi mau menonton filmnya atau membaca ceritannya, itu pilihan kalian.

Tapi gue penasaran, gimana kalau Dilan difilmkan??

2 thoughts on “Sebuah Tulisan yang divisualisasikan”

  1. Entah kenapa kurang suka sama film Raditya Dika, lebih suka novelnya aja. Apalagi film yang pertama, kambing jantan, aneh kebangetan hahahaha.
    Sekarang, udah kebanyakan film yang di adaptasi dari novel, entah itu novel yang terkenal atau enggak. Buat saya, pembuat film jadi gampang punya cerita untuk filmnya. Saya lebih suka karya film yang memang dibikin dengan pemikiran, imajinasi si pembuat, ada inovasi baru, yaaaa begitulah pokonya.
    Ah udah panjang komennya, bhay!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s