Seharusnya

Seharusnya aku tidak datang lebih pagi dari biasanya. Dan melihatmu sedang duduk sendiri. Menikmati secangkir minuman, entah itu kopi atau teh. Atau mungkin bukan minuman itu yang kamu nikmati, tapi saat – saat sendirimu.

Seharusnya juga kita tidak saling melempar senyuman, yang membuatku ingin melakukannya berkali – kali. Lagi dan lagi. Karena aku tahu senyumanmu itu, lucu.

Seharusnya aku dan kamu tidak saling berkenalan. Berjabat tangan dan mencoba tahu satu sama lain. Saling berjanji untuk bertemu kembali esok pagi, di tempat yang sama.

Seharusnya harapan itu tidak aku tinggikan, karena sebenarnya tidak ada harapan yang benar – benar ada untukku. Yang ada hanya salah penafsiran kebaikanmu.

….

2 thoughts on “Seharusnya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s