Kita bukan mereka

Kita bukan mereka. Kita hanya dua orang manusia yang tidak lagi saling menyapa. Tapi saling mencinta. Jangankan bercanda, untuk sekedar bertutur kata saja, mulut kita tak bisa berbicara.
Kita bukan mereka. Kita pernah berlarian di bawah hujan. Saling berbagi kebahagiaan, menghapus kesedihan dan kesendirian.  Meski terpisah kemudian.
Kita bukan mereka. Rindu pernah menjadi candu. Pernah juga ada secuil cemburu. Bertemu, itu yang selalu aku mau.
Kita bukan mereka. Kita pernah sepakat. Kita pernah sejalan, berjalan beriringan. Tapi kita tak pernah bisa bergandengan.
Kita bukan mereka. Kita tidak pernah menyerah. Kita sudah berusaha. Tapi, bukankah semua keputusan ada pada Nya? kita bisa apa?

4 thoughts on “Kita bukan mereka”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s