Perihal Kepergian

#perihalkepergian memang tidak bisa diperkirakan. Sementara atau selamanya bukan kita yang menentukan.

#perihalkepergian sekarang, esok atau lusa tak ada orang yang mampu berbicara menjawabnya.

#perihalkepergian percayalah, ini air mata bahagia. Bukan karena kami merana atau tidak rela.

#perihalkepegian menyisakan kenangan, harapan yang tinggal angan dan setumpuk rindu yang tak berkesudahan.

#perihalkepergian hari tak kan berhenti disini. Kami harus bersiap untuk melangkahkan kaki kembali, menyambut esok pagi.

#perihalkepergian mungkin sesekali kita bisa bertemu. Aku yang akan menjamu, di ruang semu. Mimpi.

#perihalkepergian yang tak mampu dihindarkan, sejauh apapun kaki kami langkahkan, kami akan pulang. Bila waktunya nanti datang

#perihalkepergian kamu yang memilih meninggalkan. Tanpa memberikan alasan, kamu mantap berjalan ke depan.

#perihalkepergian apakah aku diduakan? Atau kamu berfikir aku menduakan? Ah, sudahlah. Lupakan.

#perihalkepergian aku hanya bisa menerka tanpa tahu mengapa. Aku hanya bisa mengira tanpa tahu sebabnya.

 

dia bilang :

#perihalkepergian apa kabar bahagiamu? Adakah tamu yang berkunjung untuk menjadi tuan rumah baru? Menetap bukan menitip.

#perihalkepergian tak ada bandara megah. Perpisahan hanyalah sebatas bayangmu depan rumah di kala petang, yang saat itu aku menutup mata.

#perihalkepergian -nya adalah cerita untuk dikenang, nanti. Saat minum kopi atau saat bangun pagi bersama yang (dirasa) tak akan pergi.

#perihalkepergian kala rindu begitu menusuk. Bacalah puisi hingga tertidur. Temui aku, dalam surga yang sejenak menghitungmu mundur.

#perihalkepergian ia begitu tergesa-gesa. Padahal, ada yang tertinggal dalam hati ; bagaimana cara melupakan yang begitu menyesakkan.

#perihalkepergian tak akan lama, hati. Ini bukan kematian sehingga tak lagi bicara. Bertemu nanti, dalam peluk berhari-hari.

#perihalkepergian adalah wewangianmu, yang rasanya sulit untuk melepas jauh. Adalah sebuah jarak, yang menghentikan wangi itu.

#perihalkepergian segera pulang. Kembali duduk di ruang makan untuk ku sajikan makan malam. Atau adakah disana yang melakukannya?

#perihalkepergian kota ini ditinggalkan kamu, si manusia bau matahari. Setiap hari berpeluk polusi. Hingga pergi dalam lari menyendiri.

#perihalkepergian untukmu ku beri rindu. Disimpan dan dibuka suatu waktu saat perlu. Pakailah, karena perasaan begitu sering terlupakan.

 

Perihal kepergian ini lagi – lagi puisi pendek yang udah gue dan caca tulis di twitter. Tulisan dengan warna biru itu tulisan caca. Selain ini ada juga :

Kita bukan mereka 

Cinta memang soal rasa

2 thoughts on “Perihal Kepergian”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s