Tamasya : Galeri Foto Jurnalistik Antara

Mungkin gue agak telat posting ini, tapi biarlah.

Gini, tiap kali ke pasar baroe (baca:baru) gue selalu mampir ke tempat makan bakmi enak. Apalagi coba yang enak kalau bukan pangsit gorengnya. #plaaaakk *ditampar hidup – hidup gue. Orang ke tempat bakmi mah makan bakminya, bukan cuma nyari pangsitnya, apalagi yang digoreng.Tapi asli enak pangsit gorengnya *tetep ngotot. Bakmi gang kelinci namanya. Tapi gue ngga mau ngomongin itu kali ini.

Di pasar baru selain ada bakmi gang kelinci ada juga galeri foto jurnalistik antara (gfja) . Sebenernya udah cukup lama gue tahu tempat ini. Tapi, baru masuk dan lihat – lihat beberapa waktu yang lalu. Itu pun ngga sengaja alias dadakan.

Waktu itu sebenernya gue ama temen gue ngga ada rencana kesitu. Awalnya kita mau ke daerah senayan. Di senayan lagi ada acara juga. Kita ngajakin temen – temen juga, tapi ngga ada respon, yaudah akhirnya meluncur berdua.

Terus, rencananya ke senayan? kenapa nyasarnya ke pasar baru? itu kan jauh?

Iya emang jauh. Dan bahkan berbeda arah. Pas hari H sebelum berangkat temen gue tiba – tiba bilang, kalau di pasar baru ada saudaranya yang lagi ngadain pameran foto. Setelah galau beberapa windu (ngga sampai sholat istikharoh kok) mau ke senayan atau pasar baru akhirnya kita memutuskan buat ke pasar baru aja. Sekalian ketemu sama saudara temen gue yang udah lama ngga ketemuan.

Sampai di galeri, kita langsung masuk. Dan perlu kalian ketahui salah satu alasan kenapa kita memilih ke galeri ketimbang ke senayan tadi adalah… karena FREEmium. Iya, buat masuk galeri foto antara ini kita cukup merogoh kocek sebesar Rp 0. Sangat terjangkau bukan.

Sebelum ketemu sama saudara temen gue, kita sempet lihat – lihat foto yang dipamerin.

Ada satu kejadian konyol yang sebelum akhirnya kita ketemu sama saudara temen gue (ah kepanjangan kita kasih nama aja saudara temen gue itu teh “ocha”). Temen gue ngga tahu ocha yang mana, apalagi gueeee. Karena temen gue ngga tahu yang mana ocha dan udah lama ngga ketemu, jadinya dia ngga tahu kalau saudaranya itu cewek. Kita cuma dapat nama dan kontaknya. Pas nanya ke mas – mas, iya mas – mas karena ada 2 orang mas disitu yang jaga, mereka bilang :

“oh itu mba ocha, bukan mas” 

Hah

“Lagian namanya laki, mana gue tahu kalau cewek”

Emang pinter ngeles nih temen gue. Tapi beneran asli gue juga ngga ngeh nama belakangnya, nama depannya emang nama cowok.

Kita nunggu, karena si ocha  lagi jadi guide pengunjung. Konon sih, itu anak – anak kuliah yang suka fotografi. Ada dari beberapa kampus.

Selesai lihat ocha kelar membimbing anak – anak kuliahan ke jalan yang benar keliling galeri, kita nyamperin dia. Dan gantian kita yang dibimbing sama ocha buat ke jalan yang benar keliling galeri.

Ternyata di galeri foto jurnalistik antara tiap bulan diadakan pameran foto. Pembukaan pameran tiap bulan biasanya di hari jumat. Nah berhubung September masih deket sama Agustus, jadi tema yang diangkat adalah :

71 th Bingkisan Revolusi

71 th bingkisan revolusi ini, memamerkan foto – foto pasca Indonesia merdeka. Foto dari tahun 1945 sampai 1949. Awalnya gue cuma tahu foto kemerdekaan Indonesia yang tersebar itu hanya ada 3. Pertama, foto bung Karno dan bung Hatta yang membacakan teks proklamasi, kedua dan ketiga foto pengibaran bendera yang diambil dari angle yang berbeda. Ketiga foto tersebut diambil oleh Mendur bersaudara. Frans Mendur dan Alex Mendur. Ternyata pada saat kemerdekaan ada foto – foto lain. Kalau yang penasaran pengen lihat, langsung saja ke TKP. Mumpung masih buka. Soalnya pameran ini, digelar dari tanggal 19 agustus sampai 19 september 2016. Tapi, jangan kemaleman kalau dateng, galeri cuma dibuka dari jam 09.00 pagi sampai 21.00 malam ngga 24 jam kaya warteg.

img_20160903_194214 img_20160903_195157img_20160903_195304img_20160903_195435 img_20160903_195556 img_20160903_200109

Buat ke galeri ini cukup gampang. Bisa naik busway, duh gue lupa jurusan mana. Yang jelas  nanya aja sama petugas busway mau ke pasar baru lewat mana. Nanti turun di halte pasar baru. Kalau capek dan haus muter – muter di galeri, bisa ngadem ke seberang. Bisa ngadem plus ngopi – ngopi.

Jadi, kalau weekend di Jakarta bingung mau kemana, bisa kali mampir kesini. Apalagi kalau lagi tanggal – tanggal tua kaya gini.

*Cus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s