Tamasya : Setu Babakan Perkampungan Betawi

Jadi anak kos itu emang ngga gampang apalagi kalo jomblo. Apa – apa mesti sendiri. Tidur sendiri ngga ada yang ngelonin kecuali guling, nyuci sendiri, mandi sendiri, makan pun sendiri ngga ada yang nyuapin. Untuk urusan makan, biar ngga bosen karena makan itu – itu aja, sabtu kemarin akhirnya gue nyari sarapan yang berbeda. Ke tempat yang berbeda pula. Bukan kok, bukan ke planet bekasi, masih di jakarta. Walaupun rada jauh.

Gue nyari sarapan sampai ke setu babakan perkampungan betawi yang ada di jagakarsa, jakarta selatan. Kosan emang masih masuk di jakarta selatan juga, tapi jarak kosan ke jagakarsa itu lumayan. Lumayan bisa buat bikin alis. Tapi sebenernya di ngga jauh kok, cuma emang macetnya aja yang bikin berasa jauh. Menurut hemat saya begitu.

Buat ke sana gue jalan jam 8 pagi dari kosan (lebih pagi dari pada tiap hari gue berangkat ngantor). Emang kelakuan anak jaman sekarang. Lebih semangat kalau disuruh berangkat main dari pada berangkat kerja. ckckckcck.

Sampai di sana, di setu babakan maksud gue, langsung pesan kerak telor, es kelapa muda dan gado – gado. Kayanya semua makanan disini harganya dipukul rata. Mau gado – gado, mau kerak telor, mau toge goreng, mau kelapa muda (kalau daun muda ngga ada), semua harganya 15K. Cukup terjangkau, dan kata temen gue enak gado – gadonya, ada rasanya. Untuk foto, maafkeun, kita ngga sempet mootoin karena nyawa belum kumpul udah main jauh, jadi ya begitu. Kelupaan. Tapi udah pada tahu lah gimana bentukannya makanan yang tadi gue sebutin. Kalau belum tahu googling gih dah.

Dan perlu kalian semua ketahui, seumur – umur gue belum pernah makan kerak telor. Sampai sabtu kemarin pertama kalinya gue makan kerak telor. Dan sekalinya makan langsung dari kampung betawinya.

Di kampung betawi ini ada keluarga batik betawi (KBB). Tempat workshop pembuatan batik betawi. KBB ini buka tiap hari, kecuali hari senin. Berarti ngga bisa dibilang buka tiap hari dong. Di workshop ini diperlihatkan proses pembuatan batik, mulai dari kain polos sampai jadi kain bermotif batik khas betawi asli.

Proses pembuatannya sendiri dimulai dari penggambaran pola. Penggambaran pola untuk 1 kain yang berukuran 2 m, biasanya menghabiskan waktu 1 sampai 1,5 hari. Selesai pola digambar, dilanjutkan dengan proses men-canting. Nah, ini yang gue lupa nanya lebih detail, grogi mau nanya. Yang lagi nyanting semua perempuan, pada serius pula, takut ganggu. Lagian kalau salah kan ngga bisa di hapus. Selanjutnya adalah pewarnaan. Kain putih yang udah ngga polos lagi(karena udah dicanting) lalu diberi warna. Dan terakhir adalah proses penjemuran. Selesai jadi batik, kain langsung dijual di galeri. Harganya bervariasi, tergantung jenis kain dan motifnya.dscf7838dscf7827dscf7834

Sebenarnya selain ada kbb, di setu babakan ini ada juga pagelaran pertunjukan kesenian khas betawi. Tapi kemarin pas gue kesana belum ada jadwalnya jadi ngga bisa nonton. Ada juga minuman yang namanya bir pletok. Ada juga mainan jaman kecil, bebek – bebekan.

Udah segitu aja sih, sarapan anti mainstream gue sabtu kemarin. Kalau penasaran langsung aja cus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s