Dia bilang : cacingkembar

Waktu itu kita makan malam bareng. Lebih tepatnya dia nemenin gue makan, yang malam itu lagi ngidam makan burger. Lagi makan ternyata paket data hp gue abis. Terus gue ngelunjak. Udah minta ditemenin makan terus minta password wifi dia. Sambil bisik – bisik dia bilang : cacingkembar. Gue cuma bilang : hah? Apaan?. Terus diulangi, dia bilang : cacingkembar.

Ya itulah asal mula kenapa gue panggil dia cacing kembar. Tapi kalian ngga boleh panggil dia gitu. Cuma gue yang boleh panggil dia gitu. Itu panggilan kesayangan gue buat dia. Cacingkembar. #tsaaaaaahhhh.

Nama aslinya Fuji Ihsani. Katanya gitu, gue percaya aja, lagian ngga ada untungnya juga kalau ngga percaya.

Ngakunya orang sunda. Dari Bogor yang tiap hari pulang pergi kantor naik kereta. Yang ini gue juga percaya aja. Takutnya kalau ngga percaya nanti disuruh nganterin pulang. Kan repot.

Malam ini tiba – tiba dia nanya :

“menurut kamu aku orangnya gimana sih?”

Bukannya ngga mau atau ngga bisa jawab, cuma dia nanya disaat yang kurang tepat. Disaat gue lagi kencan. #tsaaah #plakkk #tapiboong

Gini, dia itu orangnya kecil. Padahal makannya udah banyak (banyak dibagi – bagiin ke orang) makanya ngga gede – gede. Alias masih konsisten kecilnya. Selain badannya yang kecil, idungnya juga mungil. Tapi lo masih bisa bernafas dengan normal kan cing?

Selain itu dia juga rame. Ngga bisa diem. Ngga bisa anteng. Hiperaktif. Nah untuk yang satu ini kadang ngeselin, kalau pas gue lagi banyak kerjaan jadi berasa ganggu aja. Tapi jadi berasa sepi atau ada yang aneh kalau dia jadi anteng. Jadi tetep ngeselin aja yak.

Terus kalau lagi kerja kayanya fokus abis. Entah fokus itu karena dia bisa ngerjainnya atau karena bingung ngerjainnya. Mukanya ambigu fokusnya.

Kayanya juga dia orangnya perfeksionis. Kayanya doang, buat yang satu ini gue belum bisa mastiin beneran.

Cacing kembar yang satu ini juga jago bikin puisinya. Apalagi tentang hujan. Beuhhhh. Dalem. Gue sering minta bikinin, tapi udah lama ini belum dikasih juga.

Ya segitu aja sih, jangan banyak – banyak. Kalau pengen tau banyak kenalan aja langsung sama orangnya. Tapi ingat, panggil dia Fuji Ihsani.

Aku sedang memberi arti

Aku sedang mencoba memberi arti.
Aku mencoba memberi arti pada rindu yang terombang ambing dan tak kunjung bertepi.
Aku mencoba memberi arti pada mentari yang masih sembunyi, malu untuk memberi senyuman pagi ini.
Aku mencoba memberi arti pada dua orang, muda mudi yang duduk berhadapan dan saling berpandangan. Melempar senyuman.
Aku mencoba memberi arti pada pagi yang datang hari ini ditemani barisan puisi kopi.
Aku mencoba memberi arti pada tetesan hujan yang mengalir di sela dedaunan.
Aku mencoba memberi arti pada jejak langkah kaki yang mulai berjalan kembali setelah sesaat berhenti.
Aku mencoba memberi arti pada dua pasang mata yang bertemu dan saling berbicara. Saling berbagi rasa.
Aku mencoba memberi arti pada senja yang datang sore ini tapi, tanpa jingga menemani.
Aku sedang mencoba memberi arti. Mencoba memberi hati. Pada kamu yang terpisah dan tidak berada disisi, namun berusaha mengisi hari dan setiap inci ruang hati.

Kita bukan mereka

Kita bukan mereka. Kita hanya dua orang manusia yang tidak lagi saling menyapa. Tapi saling mencinta. Jangankan bercanda, untuk sekedar bertutur kata saja, mulut kita tak bisa berbicara.
Kita bukan mereka. Kita pernah berlarian di bawah hujan. Saling berbagi kebahagiaan, menghapus kesedihan dan kesendirian.  Meski terpisah kemudian.
Kita bukan mereka. Rindu pernah menjadi candu. Pernah juga ada secuil cemburu. Bertemu, itu yang selalu aku mau.
Kita bukan mereka. Kita pernah sepakat. Kita pernah sejalan, berjalan beriringan. Tapi kita tak pernah bisa bergandengan.
Kita bukan mereka. Kita tidak pernah menyerah. Kita sudah berusaha. Tapi, bukankah semua keputusan ada pada Nya? kita bisa apa?

Postingan Saat Hujan

*Note : Jangan mengira ini adalah tulisan puitis, sajak ataupun lainnya yang berbau romantis.

Kalau ditanya “apa yang muncul dipikiranmu saat mendengar kata hujan?” Saya akan menjawab TIDUR. Memang masing – masing orang akan memiliki jawaban yang berbeda. Ada yang bilang ROMANTIS mungkin. Tapi itu ada di nomor sekian setelah tidur bagi saya.

Tapi mengapa rasa “ kantuk” mudah menyerang saat hujan? ehem, begini penjelasan singkatnya Continue reading Postingan Saat Hujan