Matinya Blog

Seperti yang sudah pernah saya katakan sebelumnya. Ini bukanlah blog pertama saya. Blog pertama, saya buat semasa SMA. Sewaktu masih jarang yang namanya internet. Harus ke warnet dulu kalau mau online. Blog pertama saya juga belum menggunakan wordpress . Masih pakai blogspot.

Awal – awal nge-blog, saya masih bingung tentang isinya. Apa yang mau saya posting. Akhirnya sesekali saya cuma copy paste berita – berita dari situs lain. Tentu saja saya tampilkan sumbernya. Karena tidak tahu apa yang mau diposting saya berpikir bagaimana blog saya bisa keliatan bagus. Dan saya terobsesi hanya pada penampilannya saja. Bukan isinya. Jadi saya utak atik templatenya. Mulai dari template paling sederhana sampai template berwarna warni mirip pelangi.

Hasilnya. Hasilnya blog saya tetap terasa biasa saja walaupun template sudah saya ubah. Mengubah berbagai macam tempalate tidak membuat saya puas. Saya justru bosan. Dan akhirnya matilah blog pertama saya itu. Sekian lama tidak nge blog pengin nge blog lagi. Bikin lagi blog baru. Blog yang lama? Sudah lupa entah kemana. Tapi nasib blog saya berikutnya juga tidak jauh berbeda dengan yang pertama. Sekarang saya tahu apa yang sebenarnya membuat blog saya berumur pendek.

Konsisten.

Saya tidak pernah konsisten untuk blogging. Bisa dibilang cuma ikut ikutan mungkin. Tidak pernah membuat postingan yang benar – benar dari saya sendiri. Maklum masih masa – masa SMA. Masih masa labil. Selain tidak konsisten saya juga malu.

Tulisan saya jelek.

Memang saya pemalu [bukan malu maluin]. Jadi saya kurang peracaya diri dengan psotingan saya. Tapi saya tahu itu harus diubah. Saya pernah membaca tulisan teman saya. Teman lama yang sudah lama tidak ketemu. Saat pertama kali lihat blognya cukup kaget juga. Pengunjungnya sudah banyak. Lalu saya baca postingannya. GIla, pikir saya. Sudah lama tidak ketemu sudah bisa menulis begini. Tulisannya memang bagus menurut saya.

Bahkan dia pernah bilang. Ada seorang pencipta game mengatakan “10 game pertama yang dia buat itu jelek”. Kalau dipikir benar juga. Tidak mungkin tiba – tiba langsung bagus. Begitu juga dengan tulisan. Tidak mungkin sekali tulis langsung jadi. Langsung bagus. Langsung banyak yang suka. Semuanya butuh proses pastinya.

Latihan. Itu yang pasti. Kalau memang ingin tulisan bagus, latihan menulis setiap hari.

Tulisan saya pendek.

Mungkin ini juga salah satu sebabnya. Saya pernah mempunyai pikiran kalau posting itu harus panjang. Pikiran ini juga lah yang akhirnya membuat saya tidak bebas menulis. Dan akhirnya tidak bisa menulis untuk posting sama sekali.

Takut dikritik.

Awalnya saya takut untuk dikritik. Entah kenapa. Saya jadi malu kalau ada kritik tentang saya. Tapi saya sadar kritik itu bukan untuk menjatuhkan. Melainkan untuk membangun. Justru dari kritik itu saya bisa mengambil pelajaran.

Saya akan berusaha untuk konsisten pada blog saya yang terakhir ini. Tidak akan malu lagi. Dan yang pasti tidak takut lagi dikritik.

7 thoughts on “Matinya Blog”

  1. aku adalah frankenstein blog. selama 4 tahun aku banyak membuat blog dan menghapusnya. sudah ada sekitar 20 blog lebih yang aku buat gitu. tapi yang konsisten adalah winterwing.
    aku dulu langsung punya ide soalnya di rumaah ada stumpuk diary. tapi aku sama denganmu. aku juga pemalu. jadi aku lebih suka nulis daripada ngomong. dulu dalam pikiranku kalau nulis harus panjang. aku juga jadi terbebani. enakan ngetweet. tapi blogger nggak cukup hanya 140 karakter. biasanya butuh lebih. makanya kembali ke blog.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s